Minggu, 27 Desember 2015

Multikulturalisme



Noda-Noda Multikulturalisme Mengancam Bangsa Indonesia

"Rambut kami berbeda, keriting, kulit kita berbeda dengan Indonesia dengan orang Solo orang Jawa. Kami tidak cocok dengan orang Indonesia,".
Begitulah ucapan salah seorang mahasiswa dimana ia merasa bukan sebagai bangsa Indonesia karena perbedaan ras. Hal itu tidak mencerminkan sikap multikulturalisme sebagai bangsa Indonesia yang mengakui kebhinekaan.
Mungkin beberapa dari kita sendiri juga masih bertanya-tanya. Sebenarnya siapa yang disebut bangsa Indonesia? Apa yang menyatukan suku-suku dan ras-ras di nusantara ini sebagai bangsa Indonesia?
=====================
Menurut Otto Beuer “bangsa merupakan sekelompok manusia yang memiliki persamaan karakter atau perangai yang timbul karena persamaan nasib dan pengalaman sejarah budaya yang tumbuh dan berkembang bersama bangsa tersebut”.
=====================
Persamaan nasib dan sejarah adalah faktor yang menyatukan berbagai suku, ras, dan agama yang ada di Indonesia dulu. Jika kita tengok sejarah maka wilayah Indonesia sekarang ini adalah wilayah bekas pendudukan penjajah Belanda. Persamaan nasib sebagai bangsa yang terjajah oleh pemerintah Belanda dan sejarah perlawanannya untuk mencapai tujuannya yaitu memperoleh kemerdekaan sebagai bangsa dan negara Indonesia yang berdaulat. Sehingga yang harus ditekankan adalah bangsa Indonesia ini bukan bangsa yang berdasarkan atas persamaan ras, warna kulit, ataupun jenis rambut. Sehingga tak perlu dirisaukan soal perbedaan jenis rambut, dan warna kulit.
Jadi, bangsa Indonesia adalah seluruh kelompok ras, suku, dan agama yang mendiami wilayah Nusantara dengan persamaan nasib sebagai bangsa yang pernah terjajah dan sejarah perjuangannya melawan penjajahan dan mempertahankan kemerdekaan dari ancaman yang dilakukan oleh pemerintah Belanda.
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang mengakui adanya keanekaragaman. Para pendiri negara ini pun juga menyadarinya. Oleh karena itu untuk menjaga persatuan dan kesatuan dari negara ini, maka jadilah semboyan negara ini bhineka tunggal ika. Artinya walau berbeda-beda suku, ras, etnis, budaya, dan agama tetapi tetap satu yaitu sebagai bangsa Indonesia.
Menengok ke belakang didapati bahwa manusia-manusia Indonesia yang ada sekarang ini dulunya datang dari berbagai penjuru dunia. Sebut saja Arab, Yunan, Cina, Semenanjung Melayu, Afrika, dan lain-lain. Masing-masing dari mereka tetap membawa budaya mereka masing-masing. Kemudian mereka bersama-sama tinggal dan menempati tempat yang sama dan saling berdampingan.
Uniknya walau mereka berasal dari berbagai macam asal-usul namun mereka tetap dapat hidup berdampingan tanpa terjadinya clash walau budaya mereka saling berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa jiwa multikulturalisme sudah ada pada dalam diri cikal bakal manusia-manusia bangsa Indonesia, jauh sebelum bangsa dan negara Indonesia sendiri ada.
Multikulturalisme sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.
Sikap multikulturlisme para pendahulu bangsa Indonesia inilah yang kemudian melahirkan akulturasi dan asimilasi yang dapat berdampingan dalam kebudayaan Indonesia

Baik akulturasi maupun asimilasi telah menghasilkan berbagai macam variasi dan keanekaragaman budaya di Indonesia yang menjadi ciri khas daerah tertentu, namun tetap mlik bersama sebagai bangsa Indonesia. Contoh akulturasi adalah Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan India, kebudayaan Indonesia, dan lain-lain. Demikian juga musik keroncong yang merupakan perpaduan antara musik Portugis dan musik Indonesia. Sedangkan contoh asimilasi yaitu setelah kedatangan Islam ke Jawa, dan membawa paham monoteisme, lambat laun mengikis habis kepercayaan-kepercayaan lokal, yang masih menyakini adanya dewa-dewa dan dayang desa yang diekspresikan dalam bentuk upacara-upacara keagamaan lokal seperti: bersi desa, nyadran, tingkepan, dan lain-lain. Kalaupun upacara itu masih dijalankan, tetapi isinya sudah didominasi ajaran Islam. Kepercayaan-kepercayaan lokal itu, sekarang sudah diganti dengan hanya beriman kepada Allah yang maha esa, sehingga upacara-upacara itu telah digantikan dalam bentuk peribadatan menurut ajaran Islam. Proses hilangnya kepercayan-kepercayaan asli tersebut melalui proses yang panjang, dengan interaksi yang intensif antara Islam dan kebudayaan jawa. Proses tersebut bahkan sampai sekarang masih terus berlangsung setelah berjalan enam abad lebih. Upacara sesaji dan slametan sudah jarang dilakukan, diganti dengan sholat sunat dan ibadah-ibadah lain menurut ajaran Islam.

Pemaparan di atas menunjukkan betapa para nenek moyang bangsa ini sudah sangat menghargai multikulturalisme. Namun seiring berjalannya waktu berubah juga pandangan para penerus bangsa. Walau sebagian besar masih memegang teguh multikulturalisme namun jika dibiarkan maka akan lebih banyak celah yang terjadi dan menyebabkan clash.
Pandangan multikulturalisme seakan menjadi tututan di zaman yang serba menuntut demokrasi ini. Tapi disisi lain juga semakin tergerus oleh sifat individualis yang merupakan pengaruh globalisasi di segala sisi kehidupan. Pada era globalisasi seperti sekarang ini persaingan semakin ketat. Orang lebih memikirkan dirinya sendiri karena orang yang tidak dapat bersaing akan tersingkir.
Selain masalah individualisme yaitu juga terkait masalah pendidikan. Semakin rendah pendidikan orang semakin mudah pula ia menyalahkan orang lain tanpa mengetahui ilmu pastinya. Sebaliknya semakin tinggi ilmu seseorang akan semakin ia menghargai suatu perbedaan.
Multikulturalisme bukan saja ditunjukkan dengan keberagaman kebudayaan, adat, dan kesenian daerah. Tapi juga bisa ditunjukkan dengan adanya toleransi. Masyarakat yang multikultural tentunya memiliki sikap toleran. Toleransi berarti menghargai atau melarang suatu bentuk diskriminasi terhadap sesuatu yang berbeda. Jadi toleransi bisa dibilang merupakan aktualisasi dari multikulturalisme.
Sayangnya tidak setiap orang bangsa ini mengerti mengenai bangsanya yang multikulturalisme. Sehingga baik sengaja ataupun tidak sengaja mereka telah menodai multikulturalisme di Indonesia
Tindakan penodaan terhadap multikulturalisme oleh bangsa Indonesia sendiri ditunjukkan oleh beberapa contoh kasus berikut:
1)      Saling menyalahkan dalam urusan agama, bahkan mengkafirkan saudara seagamanya hanya karena beda aliran.

2)      Tawuran. Tawuran yaitu perkelahian dan persilisihan yang melibatkan kontak fisik bahkan dengan senjata. Fenomena ini terkadang ditampakkan oleh para pelajar atau supporter sepakbola. Sungguh miris bahwa para generasi penerus bangsa ini saling adu pukul hanya karena gengsi, dendam, dan beda almamater.

3)      Mencemooh pemain timnas sendiri. Parahnya fanatisme supporter terhadap klub atau tim yang mereka dukung mereka bawa hingga tingkat dimana semua pemain dan penonton menjadi satu sebagai timnas Indonesia. Kejadian ini terjadi pada 11 Mei 2014 dimana penonton yang sebagian merupakan supporter tim Persija menyoraki, meneriaki, & mencemooh beberapa pemain timnas Indonesia yang bermain untuk klub Persib Bandung. Sebagai sesama bangsa Indonesia seharusnya mereka para penonton mampu menjadi pemain tambahan bagi mereka yang bertanding di lapangan.

4)      Menghina ajaran agama lain di situs-situs online. Di dunia nyata memang tak terlalu tampak. Tapi, begitu kita berselancar di dunia maya maka akan banyak kita temukan hal-hal yang demikian. Salah satunya bisa ditengok pada situs atau forum tanya jawab sebut saja namanya y!a.

5)      Konflik Maluku 1999-2002 adalah salah satu kasus diskriminasi paling mengerikan setelah reformasi. Dimana konflik yang berlatar belakang agama itu memakan korban hingga lebih dari 8000 jiwa dalam empat tahun.

6)      Konflik Sampit yang berlatar belakang etnis, yakni antara Dayak dan Madura, telah menyebabkan 469 orang meninggal dunia dan 108.000 orang mengungsi. Rentang konfliknya pun mencapai 10 hari.  Konflik yang mencekam itu terjadi pada Februari 2001 di Kalimantan Tengah. 

7)      Pemaksaaan pendapat pada saat rapat. Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut tidak menghargai perbedaaan. Hal-hal seperti ini juga kadang masih terjadi bahkan di tingkat rapat dewan perwakilan rakyat.

8)      Gerakan separatis dan pemberontakan. Gerakan ini muncul karena ketidakpuasan atas apa yang diperolehnya dan dilakukan oleh sekelompok orang. Beberapa dari mereka mengatasnamakan ras/etnis, serta agama tertentu. Beberapa lagi memaksakan pahamnya kepada orang lain. Mereka memilih untuk menjadi lebih monokulturalise. Contohnya: DI, NII, PKI, OPM, GAM, dan RMS.

Berkaca dari kasus-kasus nyata di atas menunjukkan bahwa gejala-gejala disintegerasi telah banyak terjadi dan jika tidak disikapi dengan baik dapat memicu berbagai konflik lainnya yang berujung perpecahan.
Perlunya kembali untuk menengok sejarah serta memberikan pengajaran yang terbaik sebagai bekal untuk calon penerus bangsa agar memiliki multikulturalisme dan dapat menjaga kesatuan Indonesia serta tidak menjatuhkan harkat dan martabat bangsanya sendiri. Sejarah mengatakan bahwa cikal bakal bangsa Indonesia memiliki toleransi yang tinggi dan memiliki persamaan tujuan. Jika dulu tujuannya adalah untuk merdeka maka sekarang tujuan kita untuk menjadi seperti apa yang dicita-citakan oleh para pendiri negara ini menjadikan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Tidak akan bisa bersatu, berdaulat, adil dan makmur jika banyak yang mengandalkan egoisme bukannya toleransi. Maka dari itu perlunya bangsa Indonesia yang beraneka ragam ini memiliki pandangan multikulturalisme agar tidak terpecah belah.
Terpecahnya Indonesia merupakan sebuah kerugian yang besar bagi bangsa Indonesia. Keanekaragaman yang ada bisa berkurang. Bagaimana tidak, setiap daerah memiliki bahasa, rumah adat, kesenian, sukunya sendiri-sendiri. Jika sampai ada yang memisahkan diri maka akan mengurangi keanekaragaman bangsa Indonesia. Padahal keanekaragaman itu merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya bangsa negara lain yang ingin mengklaimnya, mempelajarinya. Selain itu juga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke Indonesia.
Kemultikulturalismean penting untuk menjaga keutuhan negara Indonesia. Dengan sikap saling menghargai perbedaan maka setiap orang akan merasa nyaman dan terhindar dari rasa takut akan intimidasi, sehingga tidak akan menyebabkan konflik dan pemberontakan kultural.
Jadi, kita perlu menjaga sikap multikulturalisme seperti yang dicontohkan oleh para nenek moyang kita yang telah menghasilkan beraneka ragam kekayaan budaya di Indonesia agar bangsa Indonesia tetap utuh dan bermartabat di mata dunia, dipandang sebagai bangsa yang menjunjung multikulturalisme. Selain itu kita juga harus dapat menjaga dan mencintai keanekaragaman yang kita miliki sebagai warisan dan kekayaan bangsa Indonesia.


Sumber: Tugas ISBD
Daftar Pustaka
Riry Rizkiyah. “Genosida antar Etnis (1)”. 8 Oktober 2015. http://notsoresearch.blogspot.co.id/2014/03/genosida-antar-etnis.html
Sabrina Asril.”Lima Kasus Diskriminasi Terburuk Pascareformasi”.  7 Oktober 2015. http://nasional.kompas.com/read/2012/12/23/15154962/Lima.Kasus.Diskriminasi.Terburuk.Pascareformasi.
Wikipedia.”Akulturasi”. 7Oktober 2015. https://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi
Wikipedia.”Asimilasi (sosial)”. 7Oktober 2015. https://id.wikipedia.org/wiki/Asimilasi_%28sosial%29
Wiwik Setyaningsih. “Konflik Maluku Tahun 1999 - 2002”. 7 Oktober 2015. http://wiwikpramudya.blogspot.co.id/2014/06/konflik-maluku-tahun-1999-2002.html
Zona Siswa. “Pengertian Bangsa”. 7 Oktober 2015. http://www.zonasiswa.com/2014/07/pengertian-bangsa.html

Membuat Miniatur Sirkuit Balap Sendiri


Proyek ini berlangsung pada Agustus 2015. Tetapi baru sempat posting akhir tahun sekarang.
Keseruan yang didapat: manajemen waktu, pantang menyerah, mencari solusi.

Circuit Master Plan disigned using paint 🤣

Layout yang sudah disesuaikan




Bahan:
Layout sirkuit (print out dari komputer)
Kertas karton untuk alas
Lilin/plastisin untuk membuat kontur bukit
Kardus bekas
Kertas biasa
Pensil, pensil warna, dan pulpen untuk melengkapi bagian yg kurang

Langkah:
1. Print layout, dan yang perlu diprint lainnya
2. Gambar kerb, dan run off area
3. Buat bagian-bagian pendukung: bagian-bagian stadion, pitstop, dll
4. Buat kontur berbukit dengan plastisin di tempat yang sudah disesuaikan di karton
5. Tempelkan layout ke kertas karton
6. Lengkapi bagian yang kurang, menyambung jalan yang putus, pagar, dll
7. Menempelkan bagian-bagian yang telah dibuat ke layout: stadion, tribun, pitstop, grandstand, dll.
8. Dokumentasi

Tantangan
Tenggat waktu 7 hari.

Menyambungkan 5 bagian layout sirkuit
Karena keterbatasan printer sehingga untuk mencetak layout sesuai dengan ukuran yang dinginkan harus dibagi menjadi 5 bagian. Kemudian di satukan lagi dalam selembar kertas karton secara diagonal. karena kalau secara horisontal maupun vertikal kertas kartonnya kurang panjang.

Membuat lengkungan tribun stadion
Membuat lengkungan tribun agar cocok dengan bagian bawah ternyata tak segampang yang dipikirkan. Penyebabnya karena adanya kemiringan antara bagian tribun dengan bagian bawah (alas).
Entah bagaimana awalnya bisa membawa sin dan cos, namun hingga akhirnya ketemu jika bengkokan tribun penonton sebesar bengkokan alas tribun ditambah kemiringan tribun penonton terhadap alasnya. Apa memang benar seperti ini???

Membuat kontur bukit
Sesuai dengan bayangan awal di bagian tertentu dibuat lebih tinggi dari bagian lain dengan menggunakan plastisin yang ditaruh di bawah permukaan kertas.

Membuat kerb
Kerb berupa garis merah dan puih yang biasanya mncul di area sekitar tikungan. Untuk membuatnya haruslah berhati-hati karena ukurannya yang kecil. Kalau mau lebih mudah seharusnya di gambar di komputer dan tinggal diprint, tapi tidak seperti itu yang terjadi. Jadi harus membuat secara manual.

Membuat dinding stadion
Dinding stadion terbuat dari kerdus bekas yang salah satu sisinya dikuliti sehingga nampak tekstur bergaris dan bergelombang. Untuk membuatnya melengkung harus ditekuk perlahan dan lama. Kemudian dicat dengan warna putih untuk bagian yang menonjol dan biru untuk bagian lainnya.
Tantangan lainnya yaitu menyambungkan bagian-bagian stadion satu sama lain menggunakan lem. Mulai dari alas, penyangga tribun, permukaan tribun penonton yang miring, dinding, sisi kanan, kiri, dan atap.


Grand Stand
Grand Stand terletak di depan lintasan lurus utama tempat adanya starting grid, garis start, finish serta pitstop di sampingnya. Dibuat dengan sedotan dan kertas lipat. Selain grand stan di sebrangnya terdapat pit stop yang terbuat dari kardus bekas.

Tribun penonton lainnya
Tribun penonton tidak hanya terletak pada area starting grid tapi juga ada di beberapa titik.


Tulisan NusantaRaya International Circuit
yang terletak di antara tikungan 1, 2, dan 3.

Beberapa hal tidak sesuai dengan rancangan awal, tapi ternyata bisa lebih bagus


Bentuk gedung stadion
Ide awal untuk bentuk gedung stadion adalah bentuk sepatu. Tapi karena susah dibuat dan waktu semakin sempit maka jadi apa adanya, tetapi tetap bagus. Lumrah terjadi dalam dunia teknik sipil dan arsitektur.
rencana awal
hasilnya

Lintasan lari
Lintasan lari ini bermula karena tampak terlalu banyak ruang sisa antara lapangan dengan lintasan aspal. Sehingga untuk mengisi kekosongan hadirlah lintasan lari ini.


Pada akhirnya semua dapat terselesaikan tepat pada waktunya termasuk dokumentasi sementara.





Rabu, 01 Juli 2015

Istilah dalam Balap: Pelanggaran


Penalty:
Penalty sama dengan hukuman. Hukuman yang diberikan dalam motorsport berupa penambahan waktu balap, posisi start diundur, start dari pit stop, dan lain-lain. Misalnya jika pembalap menyelesaikan balapan dalam waktu 42 menit 02 detik, tapi karena mendapat penalti 10 detik waktu balapannya akan menjadi 42 menit 12 detik. Sehingga jika pembalap di belakangnya yang menyelesaikan balapan dalam 42 menit 10 detik akan berada di atasnya pada hasil akhir balapan dengan unggul 2 detik.

Cut (of) track:
Memotong lintasan. Biasanya yang dipotong adalah bagian tikungan. Terutama tikungan chicane, ada juga tikungan 90 derajat. Termasuk pelanggaran jika dilakukan dengan sengaja tanpa terpaksa. Keadaan terpaksa seperti ada kecelakaan atau menghindari crash.

Jumped start:
Mencuri start. Pembalap dikatakan mencuri start bila ia sudah berpindah posisi dari posisi seharusnya sebelum lampu start padam. Seperti kecolongan nge-gas sebelum lampu start padam.
 

Ride/drive through:
Hukuman yang diberikan kepada pembalap dengan cara ia harus melewati pit lane. Sementara kecepatan di pit lane sendiri dibatasi hanya sampai 60 atau 80 km/jam. Hal ini merupakan kerugian besar bagi pembalap karena pembalap lain dapat tetap melaju maksimal hingga kecepatan 300 km/jam. Kerugiannya bisa lebih dari 30 detik.

Stop and Go Penalty:
Hukuman yang diberikan dimana pembalap harus berhenti sejenak beberapa detik sesuai yang ditentukan pengawas lomba di pit stop. Kemudian boleh melanjutkan balapan. Jika di F1 zona berhenti ada di pit box masing-masing, selama itu kru tidak boleh melakukan penggantian atau pembenahan seperti mengganti ban.

Black Flag:
Bendera hitam biasanya akan dikibarkan bersama dengan nomor start pembalap. Pembalap yang terkena black flag berarti telah didiskualifikasi dan hasil balapannya tidak akan dianggap/dicatat. Pembalap biasa mendapatkan black flag jika melakukan pelanggaran berat, menyalahi regulasi, atau sudah berkali-kali diperingatkan untuk menjalankan penalti tetapi tetap bandel.

Istilah dalam Balap: Lain-Lain

Lain-lain

Down force: gaya ke bawah
Istilah ini sering muncul di balap mobil. Gaya ke bawah dapat membuat mobil balap seperti Formula One dapat melaju hingga lebih dari 300 kph tanpa tiba-tiba terbang. Dilakukan dengan cara membuat bentuk aerodinamis mobil sedemikian rupa mulai dari ketinggian hingga sayap mobil. Jika di pesawat terbang sayap berguna uuntuk membuat pesawat dapat terbang, pada mobil balap justru sebaliknya.

Gaya yang menekan ke bawah ini timbul dengan memanfaatkan aliran udara dan bentuk aerodinamis mobil.



Grid: posisi
Row: baris

Fastest lap: lap tercepatWaktu putaran tercepat dalam satu lap saat balapan berlangsung (bukan free practice atau kualifikasi)yang dicatatkan oleh seorang pembalap diantara pembalap lain yg ikut start balapan.

Team order:
Strategi tim yang menyuruh salah satu pembalap untuk mengalah kepada rekan satu timnya karena kondisi teman setimnya tersebut lebih menguntungkan.

DRS (Drag Reduction System):
Sayap belakang mobil yang dapat dibuka tutup. Drag Reduction System jika diartikan secara apa adanya berarti sistem pengurang penahan.
DRS bisa membuat kecepatan bertambah namun membuat aerodinamis mobil berkurang. Sehingga hanya boleh dipakai di lintasan lurus karena di tikungan akan memgurangi downforce. Cara kerja DRS adalah dengan membuka bagian ekor dibantu sehingga kecepatan semakin bertambah karena ruang udara terbuka lebih lebar.



Kualifikasi:
Sesi pada serangkaian pekan balapan yang bertujuan menentukan posisi start saat balapan dengan catatan waktu satu putaran yang tercepat. Pembalap yang mencatatkan waktu tercepat akan start dari paling depan.

Free practice: sesi latihan bebas

Sighting lap:
Putaran yang dilakukan pembalap saat keluar dari pitstop menuju starting grid untuk menunggu sebelum balapan dimulai.

Warm up lap:.putaran pemanasan
Biasa dilakukan sebelum start. Untuk mengetahui kondisi trek terakhir sebelum balapan benar-benar dimulai.

Victory lap:
Putaran yang dilakukan pembalap untuk menuju pitstop atau menuju podium setelah melewati garis finis. Pada saat ini pembalap memelankan laju kendaraannya juga pemenang bisa merayakan kemenangan.

Safety car:
Mobil yang dijalankan untuk memastikan keamanan lintasan yang akan digunakan balapan. Dalam balap mobil biasa juga digunakan untuk mengawal jalannya balapan yang sedang dalam kondisi hujan lebat atau sirkuit yang sedang dibersihkan dari sisa kecelakaan parah. Selama safety car keluar para pembalap harus memelankan kendaraannya & tidak boleh menyusul.



Marshal:
Petugas yang berjaga di pinggir lintasan, bertugas untuk mengibarkan bendera, membantu pembalap yang kesulitan karena terjatuh atau yang lainnya seperti membawa pembalap cedera, dan membawa motor atau mobil kembali ke pitstop.


Jumat, 15 Mei 2015

Aliterasi: Kalimat Unik Bunyi Berulang

Aliterasi adalah pengulangan bunyi konsonan dalam baris-baris karya. Perlu ditegaskan bahwa aliterasi bukannya pengulangan huruf konsonan, tapi bunyi konsonan. Kedudukan konsonan itu boleh jadi di awal kata atau pada suku kata yang ditekankan. Artinya bunyi yaitu boleh jika awalnya ka - ki - ku - ko. Tidak harus selalu ka - ka - ka. Letaknya berdekatan.
Aliterasi dapat membuat kalimat atau kata-kata dalam suatu karya menjadi enak didengar.
Contoh:
Kumpulan kalimat unik yang berulang bunyi konsonannya.

1) Lihatlah langit luruskan langkah
_ Lampaui laut lintasi ilalang

_ Pada perjalanan penuh penantang
_ Ku kan kirimkan kepadamu kawan 
_ Sepucuk surat sarat sila 
_ Pelajaran penting penaka permainya permata

2) Kapal karam karena karang
_ Terdampar tanpa tersisa
_ Tinggalah tamu tanpa tuan

3) Ku duduk di dalam dukaku
_   Dia datang di dalam rinduku
_   Mengetuk pintu hatiku

4) Mondar mandir maling mau makan
_ Cari cara curi cumi cincang

5) Jenggala hijau jingga berpijar
_ Hutan hijau hilang hitungan hari
_ Kering kerontang ranting tertinggal

6) Kura-kura kurang makan
Kurus kering mati kemudian

7) Lalu lalang lalat lalui ilalang
8) Kuku kelingking kaki kanan kakaknya kakekku dikikis kuskus kakakku.
9) Tak kuketahui ternyata tanah itu tak bertuan.
10) Dia di Berlin beli berlian baru berwarna biru.
11) Bibi di Bali beli bolu bulat buat bawa-bawa.
12) Kalau kau lulus matkul kalkulus maka akan kau kuasai kota kelahiranku.

Bagaimana terasa berbeda bukan?
Oke, sekarang kita simak juga bagaimana aliterasi di bahasa lain.

Contoh aliterasi bahasa lain:
1. Jawa (purwakanthi guru sastra)
> Sastra sampean sampun sumekar.
> Tamtu katula-tula katali.*
> Titihana motormu turut ratan.
> Wong awam nyawang awan.

2. Inggris
> He had had the hunter to haul his horse.
> We wish we will wear our warm wool.
> He has had his hat holed.
> On February fifth was the father's unforgottable frightened fire flaming flight that flew very fast from France to Finland safely.
> The Ferrys were very heavy.
> No more normal normally.
> Sheep should sleep in a shed. **
> The beautiful birds begin to bite into the bountiful birdseed.**

5. Jerman
> Dreiunddreissig kreide wurde von Kindern verwendet

4. Al-Quran
Al humazah 1(wailul likulli humazatil lumazah)Al alaq 4 (alladzi allama bil qalam)
An nazi'at 3, 4, & 31 (wassabihati sabha, fassabiqati sabqa, & ahrajaminha ma aha wa mar-aha )An naba 10 (waja 'alnal laila libasa)
Al imran 2 (Allahula ilaha illa huwal hayyul qayyum)
Yasin 10 (wasawaa un 'alaihim a-an-dzartahum am lam tundzirhum  la yu'minun)

referensi:
Al-Quran
http://examples.yourdictionary.com/alliteration-examples-for-kids.html **
id.wikipedia.org/wiki/Aliterasi
id.wikipedia.org/wiki/Purwakanthi *

Senin, 27 April 2015

Besar Sudut antara Dua Jarum Jam

Jam adalah sebuah kata benda yang dapat berarti alat penunjuk waktu. Jam sangat berarti pada jaman sekarang. Kapan kita akan memulai dan mengakhiri suatu pekerjaan. Dengan kata lain jam sangat membantu kita dalam menajemen waktu.

Waktu adalah hal yang sangat berharga. Kita tak akan dapat kembali ke waktu yang sudah terlanjur terlewati. Waktu luang pun tak boleh dilewatkan percuma.

Dari waktu luang ini sempat terlintas pada suatu waktu ketika sebenarnya kapan saja jarum jam tepat akan lurus. Kelihatannya ini menjadi permasalahan yang bisa coba kucari selama waktu luang beberapa hari ke depannya. Hal ini ternyata dapat menjadi pengalaman yang lumayan menarik dalam hal memecahkan masalah.
Setelah melalui perjalanan yang tidak terlalu panjang (bebrapa hari) dan beberapa percobaan mengutak-atik angka munculah sebuah rumus dimana menggunakan hubungan antara sudut yang dibentuk oleh jarum jam dan menit dengan kedua jarum jam itu sendiri. Jadilah semacam rumus seperti yang pernah dibahas di dua postingan tentang jam sebelumnya (1 lurus & 2 berimpit).

Supaya lebih unik, menarik, dan lebih terasa nuansa lokal maka dilakukan sedikit perubahan dengan simbol yang ada menjadi dapat dorumuskan seperti ini:

Keterangan:
(baca: sa) = sudut yang dibentuk oleh jarum panjang dengan jarum pendek
(baca: ja)= sudut yang dibentuk oleh jam saat tepat xx:00 dari titik 12.00. Tiap satu jam 30 derajat
m = menit saat jarum panjang dan pendek membentuk suatu sudut

Ternyata masih banyak ditemukan ketidakkonsistenan dari rumus tersebut yang dapat menyebabkan sedikit kebingungan, yaitu:
Sudut biasanya lebih besar dari 180 derajat tapi kadang bisa kurang dari 180.
Bisa bernilai positif dan negatif.

Kemudian untuk mengurangi masalah jadilah seperti ini:

Dengan ini masalah di atas dapat dihilangkan. Dengan catatan
k = -1 (jika jarum menit di depan jarum jam)
k = 1 (jika jarum menit di belakang jarum jam)
Bisa dibilang tinggal dibalik saja tanda positif dan negatif antara bagian yang ada dalam kurung.

Rumus tersebut terdiri dari tiga bagian sebagai berikut:

1
2
3
i



Bagian 1 adalah jam.
Besarnya dari jam 00 sampai 11 = 0, 30, 60, 90,........, 330.

Bagian 2 adalah kelebihan posisi jarum jam dari titik bagian 1.

Bagian i adalah bagian 1 ditambah bagian 2 menunjukkan posisi jarum jam (pendek).

Bagian 3 adalah letak jarum menit atau menunjukkan posisi jarum menit (panjang).


Contoh:

Pukul 5.15
= 150
m = 15
= (150 + 7,5) - (90)
= 67,5 derajat
= 67,5 derajat


Pukul 01.02
= 30
m = 2
= (30 + 1) - (12)
= 19 derajat

Pukul 03.20
= 90
m = 20
= (90 + 10)(-1) - (120)(-1) = 120 - 100
= 20 derajat


Pukul 08.00
= 240
m = 0
= (240 + 0) - (0)
= 240 derajat


Pukul 10.15
= 300
m = 15
= (300 + 7,5) - (90)
= 217,5 derajat

Pukul 11.50
= 330
m = 50
= (330 + 25) - (300)
= 55 derajat

Pukul 12.00
= 0
m = 0
= (0 + 0) - (0)
= 0 derajat

Pukul 19.27
= 210
m = 27
= (210 + 13,5) - (162)
= 61,5 derajat

Pada pukul berapa jarum jam akan lurus ketika diatara pukul 08.00 dengan pukul 09.00?
Berarti yang dimaksud pukul 08.m ; cari nilai m
= 240 derajat
= 180 derajat
jarum jam mendahului jarum menit k = 1
180 = ( 240 + m/2)(1) - 6m(1)
-60 = m/2 - 6m
60 = 11m/2 
m =  120/11
m = 10,9
dibulatkan 11
Jadi, jarum jam akan membentuk sudut 180 derajat atau lurus antara pukul 08.00-09.00 pada pukul 08.11.

Untuk ringkasnya rumus tersebut bisa menjadi 1  = (+ m/2)k - (6m)k
Untuk mencari sudut yang satu lagi: 2 = 360 - 1

Jadi, akhirnya rumus alias formula yang terakhir ini bisa lebih baik dan tidak lagi membingungkan.