Tampilkan postingan dengan label Moslem Corner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moslem Corner. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Juni 2017

Pesantren Madinah Munawwaroh (PMM) Pondok Pesantren Mahasiswa di Semarang dekat Undip

 

Alhamdulillah
Selamat untuk kalian yang sudah berhasil diterima kuliah di Semarang dengan menyisihkan ribuan pesaing diluar sana. Baik yang melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, maupun yang melewati jalur tes lainnya.

Kalau sudah diterima terus...
Jangan lupa cari tempat tinggal..., masak iya... mau nglajo kalau yang dari luar kota.

Bingung cari tempat tinggal ?
Mondok di PMM aja..
Pesantren Madinah Munawwarah, Darul Fiqh wa Da'wah
untuk putra & putri
beralamat di Jl. Durian Raya no 27B, Kel Pedalangan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang 
(dekat Taman Tirto Agung dan Gerbang TOL Banyumanik)
Tempat menimba ilmu agama yang sebagian besar santrinya adalah mahasiswa Undip, Polines, dan sekitarnya

Kenapa di pesantren ?
"Karena belajar agama hukumnya wajib bagi setiap muslim"
Selain belajar mendalami ilmu agama, di PMM kalian mendapatkan lingkungan yang baik, dan semakin dekat dengan para ulama'.
Terlebih asiknya nyantri, susah seneng bareng di pesantren akan kalian rasakan dan masih banyak lagi yang tidak akan kalian dapatkan kecuali di pesantren.
Terus, kuliahnya bagaimana?
Jangan khawatir,
Sekarang sudah banyak Pesantren dengan konsep pesantren Mahasiswa termasuk PMM ini salah satunya, jadi ngajinya cuma dari sebelum maghrib sampai ba'da isya (sekitar jam 8) dan pagi mulai dari subuh hingga sekitar jam setengah tujuh, jadi tidak bertabrakan dengan jadwal kuliah pagi sampai sore, dan masih bisa mengerjakan tugas dan semacamnya. (kalaupun ada kuliah malam seperti yang Polines ataupun kegiatan kemahasiswaan yang bersifat wajib bisa izin dan dimaklumi)

Gak kebayang kan udah kuliah, mondok pula
Dunia iya, akhirat iya
Jadilah Mahasantri, Berintelek, dan Religius.

Cause your choice will determine your future.
So, choose the best or you'll regret it.

Profil singkat:
Pesantren Madinah Munawwarah (PMM)  Semarang, Manhaj Habaib dan Walisongo (Ahlussunnah wal Jamaah)
Pesantren Putra dan Putri
Pengasuh: KH Yahya Al-Mutamakkin

Alamat (update 2021):
- Masjid & pondok putra & putri: Jl Durian Raya No 27B, Banyumanik, Kota Semarang
Media:
-Web: pmm.or.id
-Instagram: @pmm_semarang

Pamflet-pamflet terkait:

2021







Kamis, 01 Januari 2015

Kumpulan Nama Lafadz-Lafadz yang Diucapkan Sehari-Hari

Ta'awud
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم
A'uudzubilaah himinasy syithaanir rajiim
Arti: "Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk"


Basmallah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
Bismillaah hirrahmaan nirrahiim
Arti: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang"


Salam
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalaamu 'alaikum warah matullaahi wabarakatuh
Arti: "Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah kepadamu.”


Takbir
اَللهُ اَكْبَرُ
Allaahu akbar
Arti: "Allah Maha Besar"


Tahlil
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ  
Laa ilaaha illa l-Laah
Arti: "Tiada Tuhan kecuali Allah"


Tahmid/Hamdallah
 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin
Arti: "Segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam"
Ungakpan rasa syukur.


Istighfar
اَسْتَغْفِرُ اَللهَ الْعَظِیْمَ
Astagfirullaah hal'adziim
Arti: "Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung"
Diucapkan ketika sadar telah melakukan dosa atau memohon ampun.



Tarji'
اِنّا لِلهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Innaa llillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun
Arti: "Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali"
Diucapkan ketika ada orang meninggal atau sedang tertimpa musibah.



Hasballah
حسبن الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير
Hasbunallaah wa ni'malwakil ni'mal maulaa wa ni'man nashiir
Arti: "Cukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong bagi kami."
Biasa diucapkan ketika dalam ancaman atau bahaya, serta musibah (mengharapkan pertolongan-Nya).


Tasbih
سُبْحَانَ اللهِ
Subhaanallaah
Arti: "Maha Suci Allah
Diucapkan ketika menemui hal-hal yang tidak semestinya atau hal-hal buruk.  Sehingga maksudnya menjadi maha suci Allah terhindar dari hal-hal buruk itu.


Insya Allah
اِ نْ شَآ ءَ اللهُ
Insyaa Allaah
Arti: "Jika Allah Mengijinkan"
Diucapkan ketika kita berjanji atau tentang masa depan, karena tidak ada manusia yang benar-benar dapat memastikan apa yang akan terjadi.


Masya Allah
مَاشَآءَاللهُ
Masyaa Allaah
Arti: "Apa yang dikehendaki Allah (terjadilah)"
Diucapkan ketika melihat hal yang menakjubkan atau ketika terkagum akan suatu hal.


Hauqalah
 لاحول ولا قوة الا بالله العلي العظيم
Laa haula walaa quwwatra illa billaahil ‘aliyyil azhiim
Artinya : Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecualli atas pertolongan Allah Yang Maha Luhur dan Maha Agung”


Sholawat
اللهم صل على محمد



ref:
http://badaronline.com/artikel/penulisan-lafazh-salam-dan-kekeliruannya.html
http://belajar-fiqih.blogspot.com/2012/03/bacaan-hauqalah.html
http://chusnulluvangga83.blogspot.com/2012/07/autotext-tulisan-arab.html
http://manisnyaberbagi.blogspot.com/2013/01/tulisan-arab-sehari-hari.html
http://muslim.or.id/doa-dan-zikir/apa-arti-masya-allah.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Inna_lillahi_wa_inna_ilaihi_raji%27un
http://islamcendekia.com/2014/09/arti-makna-hasbunallah-wanikmal-wakil-nikmal-maula-wanikman-nasir.html
http://pribaditaat.blogspot.com/2010/02/kekuatan-hasballah-bagaimana-menghadapi_18.html#.VJP1qlAGYNA
http://tajung.blogspot.com/2010/05/meluruskan-makna-masya-alloh.html

Selasa, 12 November 2013

Contoh Ayat yang Mengandung Hukum Bacaan Idzhar Syafawi

=======================================================
Postingan ini kini juga tersedia di sini
dengan tampilan yang lebih baik
=======================================================

Idzhar Syafawi Merupakan “Mim mati” yang dibaca jelas (Idzhar) jika bertemu/berhadapan dengan 26 huruf (huruf-huruf selain “Mim” & “Ba”).
Adapun huruf-huruf tersebut, yaitu:
أ ، ت ، ث ، ج ، ح ، خ ، د ، ذ ، ر ، ز ، س ، ش ، ص ، ض ، ط ، ظ ، ع ، غ ، ف ، ق ، ك ، ل ، ن ، و ، ه ، ي


أ (alif)
Al-Baqarah ayat 6: إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
At-Tin ayat 6: إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
An-Naba ayat 8: وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا
An-Nazi'at ayat 27: أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ ۚ بَنَاهَا
Al-Kahfi ayat 7: إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Yasin ayat 10: وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ



ت (ta)
Al-Fil ayat 1: أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ
Al-Fajr ayat 6: أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ
Al-A'raf ayat 23: فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ
Yasin ayat 18: قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ
Al-Baqarah ayat 21: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Al-Imran ayat 60: الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Hud ayat 79: قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ


ث (tsin)
Al-Qassas ayat 80: وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ
Hud ayat 65: فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوا فِي دَارِكُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ ۖ ذَٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ
An-Nahl ayat 74: فَلَا تَضْرِبُوا لِلَّهِ الْأَمْثَالَ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Al-Mujadilah ayat 3:
 وَالَّذِينَ يُظَاهِرُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُوا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَتَمَاسَّا ۚ ذَٰلِكُمْ تُوعَظُونَ بِهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Muhammad/Al-Qital ayat 10:
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ دَمَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۖ وَلِلْكَافِرِينَ أَمْثَالُهَا


ج (jim)
Al-Jatsiyah ayat 10: مِنْ وَرَائِهِمْ جَهَنَّمُ ۖ وَلَا يُغْنِي عَنْهُمْ مَا كَسَبُوا شَيْئًا وَلَا مَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Al-Mujadilah ayat 16: اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
Al-Munafiqun ayat 2: اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


ح (ha)
Al-Mutaffifin ayat 33: وَمَا أُرْسِلُوا عَلَيْهِمْ حَافِظِينَ
Al-Kahfi ayat 9: أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا
Az-Zariyat ayat 19: وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
An-Nahl ayat 77:  وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَا أَمْرُ السَّاعَةِ إِلَّا كَلَمْحِ الْبَصَرِ أَوْ هُوَ أَقْرَبُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Al-Maidah ayat 1:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ


خ (kha)
Al-Bayyinah ayat 7: إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ
At-Tur ayat 36: أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۚ بَلْ لَا يُوقِنُونَ
Al-Qamar ayat 43: أَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِنْ أُولَٰئِكُمْ أَمْ لَكُمْ بَرَاءَةٌ فِي الزُّبُرِ
Yasin ayat 29: إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ
At-Taubah ayat 17:
 مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ


د (dal)
Al-Fatihah ayat 2: الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Al-Kafirun ayat 6: لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
As-Syam ayat 14: فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا
Al-Anfal ayat 4: أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
As-Saffat ayat 182: وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


ذ (dzal)
An-Nisa ayat 9: وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
At-Tur ayat 21: وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
As-Saff ayat 12: يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ


ر (ra)
Al-Lahab ayat 4: وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ
As-Syam ayat 14: فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا
Al-Fajr ayat13: فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ
An-Nazi'at ayat 5: فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا
Qaf ayat 8: وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ ۖ وَلَوْ أَنْزَلْنَا مَلَكًا لَقُضِيَ الْأَمْرُ ثُمَّ لَا يُنْظَرُونَ


ز (zain)
Saad ayat 63: أَتَّخَذْنَاهُمْ سِخْرِيًّا أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْأَبْصَارُ
Al-Mu'minun ayat 53: فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
Al-Imran ayat 41:
قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً ۖ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ إِلَّا رَمْزًا ۗ وَاذْكُرْ رَبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ


س (sin)
An-Naba ayat 9: وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا
An-Naba ayat 12: وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا
Ar-Rum ayat 3: فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ
At-Taubah ayat 9: اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ ۚ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Yasin ayat 9: وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ
Ar-Rahman ayat 5: الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ


ش (syin)
Al-Bayyinah ayat 6: إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Al-Anfal ayat 13:  ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Al-Furqan ayat 7: وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا
Al-A'raf ayat 17: ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Al-Hasr ayat 4: ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۖ وَمَنْ يُشَاقِّ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Al-Mujadilah ayat 10:
إِنَّمَا النَّجْوَىٰ مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Al-Ahqaf ayat 4:
قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ۖ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ


ص (shad)
Al-Qamar ayat 31:  إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَاحِدَةً فَكَانُوا كَهَشِيمِ الْمُحْتَظِرِ
Al-A'raf ayat 16: قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Al-Jumu'ah ayat 6: قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Al-Ahqaf ayat 4:
قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ ۖ ائْتُونِي بِكِتَابٍ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا أَوْ أَثَارَةٍ مِنْ عِلْمٍ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ


ض (dhad)
As-Saffat ayat 69: إِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءَهُمْ ضَالِّينَ
As-Saffat ayat 93: فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ
Al-Hijr ayat 65: فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَ
Al Furqan ayat 3:
وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا
Al-Fath ayat 11:
 سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚ يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا ۚ بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا


ط (tha)
Al-Fil ayat 3: وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ
An-Nisa ayat 160: فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًا
An-Nisa ayat 168: إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا
Al-Insan ayat 10: إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا


ظ (dzo)
Al-Baqarah ayat 51: وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَىٰ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ
Al-Ankabut ayat 14: وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ
Fussilat ayat 23: وَذَٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Al-Jin ayat 7: نَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا


ع ('ain)
Al-Kafirun ayat 5:  وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
Al-'Adiyat ayat 5: فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا
Al-Mutaffifin ayat 15: كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ
Al-Infitar ayat 16: وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ
An-Naba ayat 40: إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا
Ar-Rum ayat 7: يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
Az-Zariyat ayat 13: يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ


غ (ghain)
Al Fatihah ayat 7: صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Ar-Rum ayat 7: يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
At-Tur ayat 24: وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ غِلْمَانٌ لَهُمْ كَأَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَكْنُونٌ
At-Taubah ayat 2: فَسِيحُوا فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ مُخْزِي الْكَافِرِينَ
Yusuf ayat 107: أَفَأَمِنُوا أَنْ تَأْتِيَهُمْ غَاشِيَةٌ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ أَوْ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ


ف (fa)
As-Syam ayat 14: فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا
An-Naba ayat 3: الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ
Al-Imran ayat 6: هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Qaf ayat 2: بَلْ عَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ
Al-A'raf ayat 10: وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ
Hud ayat 22: لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْأَخْسَرُونَ
Al-Mujadilah ayat 17: لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ


ق (qaf)
Al-Mutaffifin ayat 32: وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ
An-Nisa ayat 5: وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا
Qaf ayat 12: كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ
Al-A'raf ayat 27: فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ
Yasin ayat 19: قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ ۚ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ


ك (kaf)
Al-Fil ayat 5: فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ
An-Nazi'at ayat 28: رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا
An-Naba ayat 27: إِنَّهُمْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ حِسَابًا
Fussilat ayat 7: لَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ
An-Naml ayat 70: وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُنْ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ


ل (lam)
Al-Lail ayat 4: إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ
Al-Mutaffifin ayat 16: ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ
Az-Zariyat ayat 8:  إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُخْتَلِفٍ
Fussilat ayat 4: بَشِيرًا وَنَذِيرًا فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ
As-Saffat ayat 4: إِنَّ إِلَٰهَكُمْ لَوَاحِدٌ
Al Kahfi ayat 12: ثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ لِنَعْلَمَ أَيُّ الْحِزْبَيْنِ أَحْصَىٰ لِمَا لَبِثُوا أَمَدً
Al Hajj ayat 2:
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ


ن (nun)
Al-Insyirah ayat 1: أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
Al-Mutaffifin ayat 24: تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ
A-Naba ayat 6: أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا
Ash-Shu'ara ayat 18: قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ
An-Nisa ayat 10: إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا
Hud ayat 25: وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ
Al-A'raf ayat 23: قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ


و (wau)
An-Nazi'at ayat 33: مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ
Al-An'am ayat 3: وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ
Ibrahim ayat 8: وَقَالَ مُوسَىٰ إِنْ تَكْفُرُوا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ
Al-Hajj ayat 20: يُصْهَرُ بِهِ مَا فِي بُطُونِهِمْ وَالْجُلُودُ
An-Nisa ayat 2: وَآتُوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا


ه (ha)
At-Tariq ayat 17: فَمَهِّلِ الْكَافِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًا
Al-Ahqaf ayat 7: وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
Az-Zariyat ayat 14: ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ
At-Tur ayat 35: أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ
Al-Muddatsir ayat 14: وَمَهَّدْتُ لَهُ تَمْهِيدًا


ي (ya)
Al-Ikhlas ayat 3: لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
Ad-Dhuha ayat 6: أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ
Al-Fajr ayat 8: الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ
An-Nazi'at ayat 45: كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا
Al-Qamar ayat 44: أَمْ يَقُولُونَ نَحْنُ جَمِيعٌ مُنْتَصِرٌ
A-Rahman ayat 56: فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

Rabu, 07 Agustus 2013

Tanda akhir zaman: Islam Datang dan Kembali Dalam Keadaan Asing

Di akhir zaman, seperti zaman kita ini, sebelum datangnya hari kiamat akan ada hari-hari yang di dalamnya turun dan tersebar kejahilan yang disebabkan oleh malasnya manusia dan enggannya mereka dari menuntut ilmu agama, yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan Sunnah. Nabi-shollallahu alaihi wasallam- bersabda,
إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لَأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيْهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ الْعِلْمُ
Sesungguhnya di depan hari kiamat ada hari-hari yang kejahilan diturunkan di dalamnya, dan ilmu diangkat”. (HR. Al-Bukhoriy : 6654)
Banyak diantara  sunnah Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam yang dilalaikan orang pada hari ini sehingga terkadang menjadi sesuatu yang mahjur (ditinggalkan).
Inilah yang pernah diisyaratkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau bersabda dalam sebuah hadits,
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ
Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali (asing), sebagaimana ia muncul dalam keadaan asing. Maka beruntunglah orang-orang asing“. [HR. Muslim dalam Kitab Al-Iman (232)]
Keterangan Islam mulai tersebar di Mekkah dalam keadaan sangat asing. Sangat sedikit penganut dan pendukungnya kalau dibandingkan dengan penentangnya. Kemudian setelah itu Islam tersebar ke seluruh pelosok dunia sehingga dianut oleh dua pertiga penduduk dunia. Kemudian Islam kembali asing dan dirasa ganjil dari pandangan dunia, bahkan dari pandangan orang Islam sendiri. Sebagian dari orang Islam merasa ganjil dan aneh bila melihat orang Islam yang iltizam (komitmen) dengan Islam dan mengamalkan tuntutan Islam yang sebenamya. Seorang yang iltizam dengan Islam dipandang dingin oleh masyarakat dan sukar untuk diterima sebagai individu yang sehat. Contohnya, kalau ada sesuatu program kemasyarakatan kemudian masuk waktu shalat, tiba-tiba ada orang yang minta izin untuk menunaikan shalat, maka tindakan itu dianggap tidak sopan dan kurang wajar. Sedangkan orang yang tidak shalat sambil bersenda- gurau ketika orang lain shalat tidak dianggap sebagai perbuatan yang salah dan terkutuk. Begitulah seterusnya nasib Islam di akhir zaman. Ia akan terasing dan tersisih dari masyarakat, bahkan tersisih dari pandangan orang Islam sendiri yang mengaku sebagai Umat Islam dan marah jika dikatakan dia bukan orang Islam.

= = = = = = =
Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini.
Berikut ini adalah sebagian kecil dari cara berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, model berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam baik dari kalangan awam, terpelajar, politisi, pengusaha dan bahkan sebagian Ustadz, Kyai dan para tokoh mereka. Kaum muslimin pun banyak yang “membebek” dan mengikuti pola pikir mereka yang diantaranya adalah sebagai berikut :

MEDIA
Apa saja yang dituliskan dalam Koran dan Majalah, dengan mudah orang mempercayainya kendati itu hanya berupa tulisan manusia biasa yang belum teruji kebenarannya dan dibuat oleh penulis yang dipertanyakan pemahaman agamanya. Membaca dan mempelajarinya dianggap sebagai lambang kemajuan dan menambah “wawasan”.

Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadits belum tentu langsung dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal kebenaran Al-Qur’an sudah teruji sepanjang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan bahwa memahami Al-Qur’an dan Hadits jangan letter lecht dan tidak bisa diterima “mentah-mentah” namun harus “dibumikan dahulu” agar sesuai dengan kondisi kekinian..
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab: 36)

POLA HIDUP
Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ”ala amerika atau eropa”  kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu sendiri menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah sistem sosial yang paling cocok dan sesuai dengan perkembangan zaman modern.
Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Allah Subhaanahu wa Ta’ala untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah Ta’ala mustahil keliru dan tidak mungkin akan menzalimi hamba-Nya.
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (QS. Ali ‘Imran : 85).

JENGGOT
Ketika seorang Yahudi atau pemuka agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya dengan penuh ketaatan. Seorang artis atau public figure yang berjenggot dikatakan terlihat “modis” dan “tampil beda” dengan variasi penampilan. Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis, “aliran garis keras” atau teroris yang selalu harus dicurigai khususnya saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya. Dengan enteng mereka mengejeknya dan mengatakan “kambing berjalan..!!!” Juga dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berbedalah dengan orang-orang musyrik; potonglah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625).

TOLERANSI
Bila ada orang atau kelompok yang dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti masalah Rabb, Al-Qur’an dan pribadi Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan mengeluarkan pendapat dan berekspresi dalam menafsirkan agama.

JUBAH
Jika seorang Biksu atau Pendeta memakai jubah dan pakaian “kebesaran”nya, orang memandang bahwa merekalah orang terbaik diantara mereka sehingga layak berpenampilan seperti itu sebagai wujud kepatuhan terhadap agamanya yang mulia. Sayangnya, jika seorang Ikhwan memakai ghamis, dan jubah karena ingin mencontoh suri tauladan Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam dalam hal berpakaian, tanpa rasa bersalah mereka mengatakan “…sok alim” dan berujar “kita tidak sedang hidup di negeri Arab..” Adapun memakai Celana dengan tidak boleh isbal (melebihi mata kaki) dikatakan : “kebanjiran…”
“Pakaian yang disukai oleh Rasulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam adalah pakaian gamis”. (Asy-Syaikh Al-Albani menshahihkan haditsnya dalam tahqiq beliau terhadap kitab Mukhtashar Asy-Syama`il Al-Muhammadiyah karya Imam At-Tirmizi, pada hadits no. 46.)
Dan hadits ‘Aisyah radhiyallahu’anha: “Bagian kain sarung yang terletak di bawah mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Ahmad, 6/59,257).
CADAR
Bila Akhwat Muslimah menutup auratnya dengan jilbab, hijab atau cadar, maka orang lagi-lagi akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, tampil “seperti NINJA” atau “GORDEN BERJALAN”  padahal mereka yang menuduh itu katanya adalah para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu..”  (QS. Al-Ahzab: 59)

PEKERJAAN
Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya. Namun, bila wanita Muslimah tinggal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya “terjajah” dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender dan “emansipasi”.
“Tetaplah kalian tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliah yang awal.” (Al-Ahzab: 33)

PENAMPILAN
Setiap  wanita Barat bebas ke kampus dan ke pasar dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang “serba minim”, ketat dan menampakkan lekuk tubuhnya, dengan alasan itu mereka katakan adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.
Namun, bila wanita Muslimah yang ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya “eksklusif” dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.
“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Q.S An-Nur: 31)

PENDIDIKAN
Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan melatih kreativitas sang anak.
Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya atau masuk “Pondok Pesantren”, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu “tidak punya harapan” dan memiliki masa depan yang suram. Padahal menuntut ilmu agama itu yang nomor satu baru kemudian ilmu umum.
“Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim.” Hadits hasan diriwayatkan oleh sejumlah shahabat. Dishohihkan oleh Al-Albâny dalam Takhrîj Musykilatul Faqr hal 80.

JIHAD
Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh dan membantai seseorang, atau melakukan Agresi ke negeri Islam khususnya di Palestina, Afghanistan, dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim yang ada di sana. Akan tetapi, bila kaum Muslim berjihad melawan Agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika di Afghanistan, mereka pasti akan mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai Milisi pemberontak dan teroris.
“Barangsiapa yang menyerang kamu maka seranglah ia, sebanding dengan serangannya terhadapmu.” (Al-Baqarah: 194)
 = = = = = = =

Semua ini disebabkan karena kurangnya perhatian kaum muslimin terhadap agamanya dan sunnah Rasul-Nya-shollallahu alaihi wasallam-. Kurangnya perhatian mereka menuntut ilmu syar’i karena kesibukan duniawi yang memalingkan mereka. Sementara mereka tak ada perhatian lagi dengan majelis ilmu dan majelis ta’lim. Akibatnya, agama dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terasa asing dan aneh di sisi mereka.
Fenomena berlombanya kaum muslimin memperbanyak harta benda dan fasilitas duniawi sehingga membuat mereka lupa terhadap agamanya merupakan sebab tersebarnya kejahilan. Jika semakin hari, semakin tersebar kejahilan, maka ketahuilah bahwa ini adalah salah satu diantara ciri dan tanda dekatnya hari kiamat.

Sumber artikel:

Selasa, 30 April 2013

Contoh bacaan ikhfa' hakiki

=======================================================
Postingan ini kini juga tersedia di sini
dengan tampilan yang lebih baik
=======================================================
Ikhfa adalah menahan bacaan 3 harkat dan menyamarkan nun mati atau tanwin kedalam huruf ikhfa yang 15 yaitu tsa (ث),shod (ص), dal (د), ta (ت), kaf (ك), jim (ج), sa (س), qof (ق), syin (ش), dzal (ذ), dhod (ض), tho (ط), za (ز), fa (ف) dan dhlo (ظ).

Berikut contoh-contoh nya


1. Za (ز )
(ٍ  ): Ar Rahman ayat 52: فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ
فَاكِهَةٍ زَ


2. Dzal (ذ )
( ً  ): Al lahab ayat 3 : سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
نَارًا ذَا


3. Kaf (  ك)
(   ً): An Nazi'at ayat 12 : قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ
إِذًا كَرَّةٌ
-
( نْ ): Ar Rahman ayat 52: فِيهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ
مِنْ كُلِّ


4. Syin (ش )
(  ً): An Naba ayat 12 : وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا
سَبْعًا شِدَادًا
-
( نْ ):  An Nas ayat 4: مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
مِنْ شَرِّ
Al-Insiqaq ayat 1

5. Tsin (ث )
(  ً): An Naba ayat 14 : وَأَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا
مَاءً ثَجَّاجًا
-
( نْ ): Al Qari’ah ayat 6: فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ
مَنْ ثَقُلَتْ


6. Dal ( د )
(  ً): An Naba ayat 34 : وَكَأْسًا دِهَاقًا
سًا دِهَاقًا
(  ً): Al Fajr ayat 21:كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا
 دَكًّا دَكًّا
-
( نْ ): Al Jumuah ayat 6
قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
مِنْ دُونِ النَّاسِ
( نْ ): At Tur ayat 8 : مَا لَهُ مِنْ دَافِعٍ


7. Ta’ (ت )
(  ٍ): Al Zalzalah ayat 4: يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا
يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ
-
( نْ ):  Al Kafirun ayat 3: وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
أَنْتُمْ


8. Qaf ( ق )
:(   ٌ) Ar Rahman ayat 74 : لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ
إِنْسٌ قَبْلَهُمْ


9. Fa’ (ف )
 :(   ً)Yasin ayat 29 : إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ
وَاحِدَةً فَإِذَا


10. Jim ( ج )
:(   ٌ) Al Ghasiyyah ayat 12 : فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ
عَيْنٌ جَارِيَةٌ


11. Shad ( ص )
:(   ً) Al Fajr ayat 22: وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّاً صَفًّاً
صَفًّاً صَفًّاً
Yusuf ayat 9


12. Tho’ ( ط )
:(   ً) Al Muzzamil ayat 7 : إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا
سَبْحًا طَوِيلًا


13. Sin ( س )
(   ٍ): Az Zariyat ayat 11 : الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ
غَمْرَةٍ سَاهُونَ
-
( نْ ):  Al Asr ayat 2: إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
الْإِنْسَانَ


14. Dho ( ض )
(   ً): Al Mukminun ayat 106 : قَالُوا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّينَ
قَوْمًا ضَالِّينَ


15. Dzo ( ظ )
:(   ً) Saba' ayat 18: وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ ۖ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ
قُرًى ظَاهِرَةً

Minggu, 28 April 2013

QS: Ar-Rahman

Surah Ar-Rahman (Arab: الرّحْمنن) adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an. Terletak di Juz 27. Surah ini tergolong surat makkiyah tapi ada juga sebagian yang menggolongkan ke madaniyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah. Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah SWT. kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti. 
Allah ingin menunjukkan bahwa nikmat yang Allah berikan kepada manusia itu tidak bisa diingakari keberadaannya oleh manusia. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah mendustakannya. Dusta berarti menyembunyikan kebenaran. Manusia sebenarnya tahu bahwa mereka telah diberi nikmat oleh Allah, tapi mereka menyembunyikan kebenaran itu; mereka mendustakannya! dan berkhianat.
Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali

 arti:Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Terdapat 31 ayat dalam surah Ar-Rahman yang menyebutkan kalimat yang sama seperti ayat di atas. Ayat-ayat yang menyebutkan kalimat yang sama adalah;

  • Ar-Rahman [55]:13
  • Ar-Rahman [55]:16
  • Ar-Rahman [55]:18
  • Ar-Rahman [55]:21
  • Ar-Rahman [55]:23
  • Ar-Rahman [55]:25
  • Ar-Rahman [55]:28
  • Ar-Rahman [55]:30

Surat Ar-Rahman & terjemahannya

http://id.wikisource.org/wiki/Al-Qur%27an/Ar-Rahman#55:65


Download QS: Ar-Rahman .mp3

Al Quran terjemahan Indonesia.jar

  • Ar-Rahman [55]:32
  • Ar-Rahman [55]:34
  • Ar-Rahman [55]:36
  • Ar-Rahman [55]:38
  • Ar-Rahman [55]:40
  • Ar-Rahman [55]:42
  • Ar-Rahman [55]:45
  • Ar-Rahman [55]:47
  • Ar-Rahman [55]:49
  • Ar-Rahman [55]:51
  • Ar-Rahman [55]:53
  • Ar-Rahman [55]:55
  • Ar-Rahman [55]:57
  • Ar-Rahman [55]:59
  • Ar-Rahman [55]:61
  • Ar-Rahman [55]:63
  • Ar-Rahman [55]:65
  • Ar-Rahman [55]:67
  • Ar-Rahman [55]:69
  • Ar-Rahman [55]:71
  • Ar-Rahman [55]:73
  • Ar-Rahman [55]:75
  • Ar-Rahman [55]:77